Minggu, 07 November 2010

Mengenal UREA

U R E A
Kita tentu saja sudah mendengar nama urea sejak lama, terutama akan fungsinya di bidang pertanian, karena negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya sudah tidak asing dengan urea. Namun, meskipun kita sudah pernah melihat, memegang, atau menggunakan urea sebagai pupuk, kebanyakan dari kita tidak mengetahui dengan jelas apakah dan bagaimanakah urea itu sebenarnya. Berdasarkan hal tersebut, maka berikut akan disampaikan segenap informasi mengenai urea agar kita bisa lebih mengenal urea yang selama ini sudah kita ketahui.
APAKAH UREA ITU?
Urea pertama kali ditemukan oleh Hilaire Roulle pada tahun 1773. Urea adalah senyawa organik pertama yang berhasil disintesis dari senyawa anorganik oleh Friedrich Wöhler pada tahun 1828. Secara kimiawi, urea adalah suatu senyawa organik yang didalamnya terkandung unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen dengan rumus kimia CO(NH2)2. Sedangkan pupuk urea memiliki pengertian suatu pupuk buatan yang merupakan puluk tunggal dan mengandung unsur hara utama nitrogen, berbentuk butiran (prills) atau gelintiran (granular). Urea dikenal di seluruh dunia dengan berbagai nama atau sebutan seperti diaminometanal (sebagai nama internasional), resin karbamida, isourea, diamida karbonil, dan karbonildiamine. Urea juga terdapat di dalam sistem ekskresi tubuh manusia sebagai zat sisa metabolisme tubuh yang tidak berguna, dan kemudian dibuang oleh ginjal melalui urine.
Urea merupakan senyawa yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Sedangkan urea yang sudah diolah menjadi butiran (prills) memiliki sifat fisik antara lain berbentuk butiran padat (kristal) berwarna putih, memiliki bau yang khas, higroskopis (cenderung menyerap uap air dari udara), dan mudah larut dalam air. Sifat fisik lain yang dimiliki urea yaitu memiliki densitas (massa jenis) sebesar 1335 kg/m3 pada suhu 20oC, titik lebur 132,6oC, tidak mudah terbakar, dan dapat menghantarkan listrik. Urea memiliki berat molekul sebesar 60,056 g/mol, dan kandungan nitrogen sebanyak 46,67 % dengan pengertian bahwa di dalam 100 kg pupuk urea, terkandung 46,67 kg nitrogen di dalamnya.
PEMBENTUKAN UREA
Bahan baku untuk pembentukan urea ialah gas alam, air, dan udara yang kemudian diproses menjadi ammonia (NH3) dan karbondioksida (CO2). Kedua senyawa tersebut kemudian direaksikan pada kondisi tertentu (temperatur, tekanan, dan komposisi bahan yang direaksikan) untuk mencapai hasil produk urea yang optimal. Reaksi pembuatan urea terdiri atas dua tingkat reaksi, yaitu reaksi pembentukan ammonium karbamat (NH2COONH4), dan kemudian ammonium karbamat tersebut akan terurai menjadi urea dan air. Urea yang terbentuk tersebut, kemudian dipadatkan sehingga didapat bentuk urea butiran (prills). Akan tetapi, selama pembentukan urea dapat terjadi reaksi samping yang menghasilkan senyawa bernama biuret yang tidak diinginkan pada produk pupuk urea, karena biuret bersifat racun bagi tanaman.
Produk pupuk urea yang sudah dihasilkan tidak semata-mata dapat digunakan begitu saja pada tanaman. Produk tersebut harus memenuhi standar baku mutu pupuk urea yang telah ditentukan. Berdasarkan SNI 2801:2010 (revisi terbaru dari SNI 02-2801-1998) nilai standar baku mutu pupuk urea berbentuk butiran mencakup kadar nitrogen (min 46 %), air (maks 0,5 %) biuret (maks 1 %), untuk bentuk gelintiran kadar nitrogen (min 46 %), air (maks 0,5%), biuret (maks 2 %), berwarna putih, dan bentuk butiran tidak berdebu. Jika produk pupuk urea yang dihasilkan tidak memenuhi nilai standar baku mutu tersebut, maka pupuk urea dikatakan tidak layak untuk digunakan pada tanaman.
MANFAAT UREA
Urea memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia, terutama sesuai karakteristiknya yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Urea mengandung kadar nitrogen dalam jumlah yang cukup besar, dan nitrogen adalah salah satu unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman tidak dapat mensintesis nitrogen sendiri di dalam tubuhnya, sehingga membutuhkan nitrogen dari luar. Berdasarkan alasan tersebut, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka manusia mulai memanfaatkan urea dan menjadikannya sebagai pupuk yang terutama dikembangkan dalam bidang pertanian. Urea menyediakan unsur nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman. Kekurangan unsur hara nitrogen pada tanaman dapat mengakibatkan :
• Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan,
• Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil,
• Daun tua berwarna kekuningan (pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun),
• Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya, dan
• Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman.
Oleh sebab itu, pupuk urea digunakan untuk memberikan unsur hara nitrogen bagi tanaman yang berguna untuk :
• Membuat bagian tanaman lebih hijau dan segar,
• Mempercepat pertumbuhan, dan
• Menambah kandungan protein hasil panen.
Pupuk urea merupakan pupuk yang paling umum digunakan di seluruh dunia karena dianggap paling aman dan efektif dibandingkan pupuk yang ditemukan sebelumnya (ammonium nitrat). Selain digunakan sebagai pupuk, urea juga memiliki manfaat yang lain, yaitu sebagai bahan dasar melamin, dan konsentrat formaldehida.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PUPUK UREA
Kelebihan pupuk urea yaitu ketika pupuk urea digunakan sesuai porsi dan diukur melalui metodologi yang tepat, maka urea akan memberikan hasil produksi yang optimal. Pupuk urea dapat dengan mudah disimpan, diangkut dan ditangani dengan aman. Urea tidak berpotensi menimbulkan bahaya ledakan. Komposisi nutrisi / unsur hara nitrogen yang diberikan oleh urea dapat meningkatkan produktivitas tanah dan memperkaya kandungan nutrisinya. Urea juga memberikan unsur-unsur relevan yang diperlukan tanaman, sehingga urea dapat menopang kehidupan tanaman.
Pupuk urea juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain : urea dapat menghasilkan polutan berbahaya selama proses produksi pada proses produksi yang melibatkan emisi gas polutan di udara. Selain dapat menambah unsur hara nitrogen bagi tanah, pada kondisi tertentu urea dapat mengganggu kestabilan pH di dalam tanah yang mengakibatkan terganggunya kesuburan alami tanah tersebut. Perlu diketahui pula cara penanganan urea agar tidak berbahaya dan merugikan, antara lain :
• Jangan menyimpannya dekat dengan ammonium nitrat,
• Jauhkan dan hindari kontak langsung dengan biji jagung, karena akan menyebabkan hasil yang kurang menguntungkan bagi jagung,
• Urea bersifat menyerap uap air dari udara, sehingga mudah sekali menggumpal, maka harus disimpan dalam kantong yang tertutup rapat dan kering,
• Jika kontak langsung dengan kulit atau terhirup secara terus-menerus dan dalam waktu yang cukup lama, dapat membahayakan kulit dan menyebabkan alergi yang cukup parah bagi pernafasan.
REFERENSI
Considine DM. 1974. Chemical and Process Technology Encyclopedia. New York: McGraw-Hill, Inc.
Pupuk Urea - Pupuk Kujang Cikampek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar